Kader PMII Komfuspertum Ciputat Delegasi Batam Hadir di IGIC 2026, Bawa Semangat Perdamaian Islam dari Kepulauan Riau ke Forum Imam Dunia
Super Admin
Diperbarui 29 September 2026, 02:06
Jakarta, informia.id — Semangat perdamaian dan dialog lintas peradaban menjadi atmosfer utama dalam gelaran International Grand Imams Conference (IGIC) 2026 yang berlangsung di Jakarta. Turut hadir dalam momentum internasional tersebut kader Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Komisariat Fakultas Ushuluddin dan Perguruan Tinggi Umum (Komfuspertum) Ciputat asal Batam, Kepulauan Riau, sebagai bentuk partisipasi generasi muda Islam dalam menyaksikan dan mengawal gagasan besar tentang perdamaian dunia, diplomasi keagamaan, serta peran masjid dalam membangun peradaban manusia. (26/09/2026)
Konferensi yang mempertemukan para Imam Besar dari lebih dari 40 negara tersebut menjadi ruang strategis bagi pertukaran gagasan mengenai tantangan global, mulai dari konflik kemanusiaan, keberagaman agama, perlindungan kelompok rentan, hingga isu keberlanjutan lingkungan. Forum ini melahirkan dokumen bersama bertajuk “Jakarta Understanding: On Mosque Harmony, Religious Diplomacy, and Global Peace”, sebagai komitmen kolektif para pemimpin agama dunia dalam memperkuat nilai perdamaian dan kemanusiaan.
Kehadiran kader PMII Komfuspertum dalam forum tersebut menjadi pengalaman penting dalam memperluas wawasan keislaman dan kebangsaan. Sebagai organisasi mahasiswa Islam yang bergerak dalam tradisi intelektual, kader PMII memandang bahwa perdamaian tidak hanya menjadi agenda para pemimpin dunia, tetapi juga menjadi tanggung jawab generasi muda dalam membangun ruang dialog, toleransi, dan penghormatan terhadap keberagaman.

Dalam konferensi tersebut, Grand Imam Masjid Istiqlal, Prof. Dr. KH. Nasaruddin Umar, MA, terpilih sebagai President International Assembly of Mosque Imams (IAMI). Terpilihnya tokoh ulama Indonesia tersebut menjadi bagian dari penguatan peran Indonesia dalam diplomasi keagamaan global, khususnya dalam membangun jejaring kepemimpinan imam masjid dunia.
Melalui pembacaan Jakarta Understanding, para Imam Besar dunia menyampaikan tujuh komitmen utama. Pertama, memperkuat peran imam masjid sebagai pemimpin moral, mediator konflik, dan penggerak kehidupan sosial yang inklusif. Kedua, mendorong para pemimpin agama menjadi agen perdamaian yang menjunjung tinggi martabat manusia, moderasi, toleransi, dan penghormatan terhadap perbedaan.
Selain itu, dokumen tersebut juga menekankan pentingnya perjuangan terhadap keadilan sosial, perlindungan hak kemanusiaan, penguatan dialog lintas iman, penolakan terhadap ekstremisme dan ujaran kebencian, serta pembangunan kesadaran ekoteologis untuk menjaga keseimbangan lingkungan hidup.
Bagi kader PMII Komfuspertum, keikutsertaan dalam IGIC 2026 bukan sekadar menghadiri sebuah agenda internasional, tetapi menjadi ruang pembelajaran untuk memahami bagaimana agama dapat berperan sebagai kekuatan transformasi sosial. Kehadiran mahasiswa Islam dalam forum global semacam ini menunjukkan bahwa generasi muda memiliki posisi penting dalam meneruskan nilai Islam rahmatan lil alamin melalui kerja intelektual, sosial, dan kemanusiaan.
Dari Batam, Kepulauan Riau, kader PMII membawa semangat bahwa daerah perbatasan juga memiliki peran dalam membangun jejaring perdamaian dunia. Batam sebagai wilayah yang memiliki karakter multikultural dan menjadi salah satu pintu gerbang Indonesia memiliki pengalaman sosial yang relevan dengan pesan utama IGIC, yaitu membangun kehidupan bersama yang harmonis di tengah keberagaman.
International Grand Imams Conference 2026 menjadi pengingat bahwa masjid, ulama, mahasiswa, dan masyarakat sipil memiliki tanggung jawab bersama dalam merawat perdamaian. Jakarta tidak hanya menjadi tempat berlangsungnya konferensi, tetapi juga menjadi ruang lahirnya pesan global bahwa kemanusiaan harus selalu menjadi titik temu seluruh perbedaan.
Melalui keterlibatan kader PMII Komfuspertum, nilai-nilai perdamaian yang lahir dalam Jakarta Understanding diharapkan dapat diteruskan dalam kehidupan sosial masyarakat, khususnya dalam membangun generasi muda Islam yang moderat, terbuka, dan memiliki kepedulian terhadap persoalan kemanusiaan global.
Komentar (4)
Agus x kais
19 minutes agoHaflah langsung
gubak
14 hours agoterlalu menyala ini kader komfuspertum🔥
cla
14 hours agolayak jadi the next ketua imam sedunia setelah prof. Nasar✊🏻
faqott
14 hours agomengerikan kader satu ini🔥