Informia.id
Pendidikan
Dokumentasi Aksi

Bawa Tajuk #BersihinUinJakarta, Aksi Mahasiswa UIN Jakarta Sampaikan Lima Tuntutan kepada Rektor UIN Jakarta

S

Super Admin

Diperbarui 20 September 2026, 22:12

Bagikan

Jakarta, informia.id — 

Aliansi mahasiswa UIN Syarif Hidayatullah Jakarta menggelar aksi dengan membawa tajuk #BersihinUinJakarta. Aksi tersebut dihadiri oleh seluruh Dewan Eksekutif Mahasiswa (DEMA) Fakultas se-UIN Jakarta serta BKAS DEMA UIN Jakarta sebagai bagian dari konsolidasi dan penyampaian aspirasi mahasiswa terhadap sejumlah persoalan yang berkembang di lingkungan kampus.

Dalam aksi tersebut, mahasiswa menyampaikan lima tuntutan utama yang berkaitan dengan perbaikan fasilitas, tata kelola kampus, transparansi anggaran, hingga sejumlah dugaan persoalan yang dinilai perlu mendapatkan klarifikasi dan tindak lanjut dari pihak rektorat.

Lima tuntutan yang disampaikan dalam aksi #BersihinUinJakarta tersebut meliputi:

1. Mendesak perbaikan fasilitas dan tata kelola kampus

Mahasiswa mendesak pihak rektorat untuk melakukan perbaikan terhadap fasilitas kampus serta membenahi tata kelola agar pelayanan kepada mahasiswa dan seluruh sivitas akademika dapat berjalan secara optimal.

2. Mendesak transparansi anggaran UKT, ORMAWA, dan UKM

Mahasiswa meminta adanya transparansi terkait pengelolaan dan penggunaan anggaran yang bersumber dari Uang Kuliah Tunggal (UKT), serta anggaran organisasi mahasiswa (ORMAWA) dan Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM). Keterbukaan anggaran dinilai penting sebagai bentuk akuntabilitas dalam pengelolaan institusi pendidikan.

3. Mengusut tuntas dugaan pemungutan parkir liar saat jam malam

Mahasiswa meminta pihak kampus mengusut dugaan adanya pemungutan parkir liar pada jam malam di lingkungan kampus. Mereka mendesak agar persoalan tersebut diperiksa secara menyeluruh untuk mengetahui pihak yang terlibat serta memastikan tidak adanya praktik pungutan yang tidak sesuai dengan ketentuan.

4. Mendesak rektorat memberikan klarifikasi atas dugaan tindak pidana korupsi

Mahasiswa turut mendesak pihak rektorat memberikan klarifikasi terkait dugaan tindak pidana korupsi yang menjadi perhatian dalam aksi tersebut. Mahasiswa meminta agar informasi mengenai persoalan tersebut disampaikan secara terbuka dan dapat dipertanggungjawabkan berdasarkan fakta serta mekanisme hukum yang berlaku.

5. Mendesak rektor mengklarifikasi polemik dan dugaan aksi premanisme

Tuntutan terakhir berkaitan dengan sejumlah polemik yang terjadi di lingkungan kampus serta dugaan aksi premanisme. Mahasiswa mendesak rektor memberikan klarifikasi secara terbuka guna memastikan keamanan dan kenyamanan seluruh sivitas akademika dalam menjalankan aktivitas di lingkungan kampus.

Kehadiran seluruh DEMA Fakultas se-UIN Jakarta bersama BKAS DEMA UIN Jakarta menunjukkan bahwa persoalan yang disuarakan dalam aksi tersebut menjadi perhatian bersama di tingkat kelembagaan mahasiswa.

Melalui aksi #BersihinUinJakarta, mahasiswa menegaskan pentingnya kampus yang memiliki tata kelola yang baik, transparan, akuntabel, serta mampu memberikan ruang yang aman bagi mahasiswa dalam menyampaikan aspirasi.

Mahasiswa berharap tuntutan yang disampaikan tidak berhenti sebagai aspirasi di ruang aksi, tetapi mendapatkan respons konkret dari pihak rektorat. Mereka juga mendorong adanya ruang dialog yang terbuka antara mahasiswa dan pimpinan universitas untuk membahas serta menyelesaikan berbagai persoalan yang menjadi perhatian bersama.

Adapun seluruh dugaan yang disampaikan dalam tuntutan aksi tetap perlu ditindaklanjuti melalui proses pemeriksaan dan mekanisme yang berlaku. Klarifikasi dari pihak UIN Syarif Hidayatullah Jakarta menjadi penting agar setiap persoalan dapat dilihat secara objektif dan publik memperoleh informasi yang utuh serta berimbang.

#BersihinUinJakarta menjadi seruan mahasiswa untuk mendorong terciptanya lingkungan kampus yang lebih transparan, akuntabel, aman, dan berpihak pada kepentingan sivitas akademika.

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Berita Terkait